Biomass Pellets Trade Asia,

27-29 Sep, 2010 - Jakarta, INDONESIA

Grand Hyatt Jakarta

PLEASE CLICK HERE to view upcoming event. Information here is outdated
  • Supported by
    www.portofrotterdam.com/
  • Supported by
    www.fraunhofer.de/en/
  • Supported by
    www.ebes.at
  • Supported by
    www.ina.or.id
  • Supported by
    www.dekindo.com
  • Corporate Sponsor
    www.andritz.com
  • Exhibitor
    www.sgs.com
  • Promotion Partner
    www.bioenergyinternational.com
  • Promotion Partner
    www.biomassdigest.net
  • Promotion Partner
    www.goforwood.info
  • Promotion Partner
    www.pellets-wood.com
  • Promotion Partner
    advancedbiofuelsusa.info
  • Promotion Partner
    www.e-energymarket.com
  • Promotion Partner
    www.ethanolindia.net
  • Promotion Partner
    www.biofuelsb2b.com
  • Promotion Partner
    www.eurekahedge.com/register.asp?promo_code=GEN-CMT
  • Promotion Partner
    www.energetica-india.com
  • Promotion Partner
    www.biofpr.com
  • Promotion Partner
    www.agropages.com
  • Promotion Partner
    www.argusmedia.com
  • Promotion Partner
    www.foex.fi
  • Promotion Partner
    www.fuelsandlubes.com

News Feed

Konferensi Perdagangan Pelet Biomassa Asia, pertemuan pembeli dan penjual, eksplorasi investasi, densifikasi dan transportasi biomassa

Posted on : 30 Jul, 2010

Indonesia bisa memanfaatkan biomass dari sampah perkotaan, tandan kelapa sawit, sekam padi, ampas tebu, dan potongan kayu yang jumlahnya melimpah untuk mengatasi defisit energi listrik di masa mendatang. Potensi sumber listrik dari biomass itu bisa mencapai 50 ribu megawatt.

 

Sumber: http://www.indobiofuel.com/newsbiomass.php

 

Press release di bawah ini menggambarkan peluang biomassa di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik di Indonesia, silahkan bergabung dengan panel yang terdiri dari pembicara-pembicara terpandang di Biomass Pellets Trade Asia pada tanggal 27 -29 September 2010 di Jakarta.

 

Konferensi Perdagangan Pelet Biomassa Asia, akan diadakan 27-29 September di Jakarta, untuk mengeksplorasi potensi investasi dan transportasi teknologi densifikasi pelet biomassa dalam dan dari Asia.

 

Mengingat peraturan energi terbarukan yang belum jelas di Asia, pasokan biomassa yang melimpah telah menawarkan kesiapan ekspor untuk pasar seperti Thailand, Asia Utara dan di Eropa khususnya, di mana untuk memenuhi target tahun 2020 untuk energi terbarukan, Uni Eropa terhambat oleh kurangnya pasokan biomassa yang berkelanjutan..

 

Konferensi “Biomass Pellets Trade Asia” akan menitikberatkan pada kesempatan investasi, pertimbangan-pertimbangan penting untuk menyiapkan fasilitas produksi pellet di Asia dan teknologi terkini untuk pretreatment seperti densifikasi untuk mempermudah penanganan logistic dan transportasi biomassa.

 

Persediaan berlimpah di Asia dari sektor kehutanan/residu pertanian seperti cangkang dan sabut kelapa sawit, bagas tebu, sabut kelapa dan tanaman baru seperti pohon jarak, miskantus (rumput gajah) dll, menambahkan kesiapan sumber daya biomassa yang tersedia. Namun, hanya beberapa negara (Thailand, India dan Filipina) telah memperkenalkan Feed-in Tariff untuk energi terbarukan untuk mendorong penggunaan biomassa.

 

Para pemain kunci pada teknologii “Biomass to Power” akan bertemu pada Konferensi Perdagangan Pelet Biomassa Asia di Jakarta, Indonesia pada 27-29 September 2010 untuk mendiskusikan di mana, mengapa dan bagaimana sumber daya dari kehutanan dan residu pertanian dapat secara ekonomis dikonversi menjadi pelet biomassa untuk keperluan ekspor.

 

Akan dibuka secara resmi oleh Bapak Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, konferensi ini akan mencari peluang dalam memanfaatkan konversi 'limbah' menjadi produk energi yang bernilai tambah tinggi. Pada event 2 hari ini akan ada juga kunjungan ke industri pelet kayu (dengan spesifikasi ekspor Uni Eropa) dan fasilitas produksi agro biomassa termasuk sesi komprehensif untuk mengolah biomassa yang akan diekspor ke Eropa serta perkembangan teknologi pra-perawatan/pre-treatment dan transportasi.

 

Para pakar dari Mitsubishi Corporation, Global Green Synergy Sdn. Bhd, Ebes AG dan para produsen dan eksportir telah diundang untukuntuk berbagi wawasan mereka tentang prospek dan tantangan ekspor biomassa serta kesempatan untuk berinvestasi pada fasilitas kehutanan terpadu untuk menghasilkan pelet.

 

Sebuah program khusus di konferensi ini adalah “post-conference workshop” tentang teknologi Torrefaction dan keekonomiannaya.Workshop ini dilakukan oleh forum panel yang akan menjelaskan tentang tinjauan komersial, teknologi dan end-user (pembangkit listrik) pada sudut pandang teknologi, nilai investasi, ekonomi dan aplikasi torrefied pellet (bio-batubara).

 

Untuk mencari informasi lebih lanjut tentang partisipasi dan sponsor & peluang pertukaran media pada Konferensi Perdagangan Pelet Biomassa Asia silahkan mengunjungi http://www.cmtevents.com/aboutevent.aspx?ev=100937 dengan segera.